Teuku Wisnu Berikan Inspirasi Bisnis kepada Santri Tahfizh Leadership

//Teuku Wisnu Berikan Inspirasi Bisnis kepada Santri Tahfizh Leadership

Teuku Wisnu Berikan Inspirasi Bisnis kepada Santri Tahfizh Leadership

tahfizhleadership.com – Santri Tahfizh Leadership melaksanakan kegiatan kunjungan tokoh dengan menemui salah seorang publik figur yang juga pebisnis yakni Teuku Wisnu di kediaman barunya di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Senin malam (25/3/2019).

Dalam kesempatan itu, para santri banyak bertanya tentang bisnis. Artis yang kini terkenal dengan usaha kuliner oleh-oleh ‘Malang Strudel’ tersebut pun berbagi kiat dan tips bagaimana membangun sebuah usaha.

Bang Inu, sapaan Teuku Wisnu, bercerita bahwa niatnya untuk saat ini memprioritaskan menggeluti dunia bisnis adalah dalam rangka mengikuti suri tauladan Nabi Muhammad SAW.

“Mengikuti sunnah, itu pertama,” katanya.

Alasan kedua mengapa tidak lagi memprioritaskan dunia entertainment dan fokus pada bisnisnya, lanjut bang Inu, karena ingin memiliki waktu yang lebih fleksibel, lebih bisa dekat dengan Allah, dan lebih banyak waktu bersama keluarga, terutama anak.

“Kalau jaman syuting dulu, bisa dari pagi ketemu pagi,” ujarnya.

Kemudian, tentang membangun bisnisnya, bang Inu berpesan untuk berkolaborasi. Dalam merintis ‘Malang Strudel’ sendiri, bang Inu berpartner dengan 2 orang temannya yang ditemui di sebuah kajian muamalah.

“Saya mau berkolaborasi bisnis dengan orang yang ahli, biar saya bisa belajar dan terpacu juga untuk belajar. Saya lebih suka berkolaborasi,” terangnya.

“Tapi cari partner harus yang satu visi dan frekuensi, serta keahliannya beda-beda, jadi kolaborasinya saling mengisi,” tambah suami dari Shireen Sungkar ini.

Di akhir, bang Inu menyampaikan kepada santri, agar jangan ragu berbisnis. Dan dalam memulai bisnis, bisa memanfaatkan apapun yang ada. Bisa mulai dengan bisnis tanpa modal atau yang tidak terlalu besar. Sehingga resikonya kecil dan bisa belajar dari trial and error.

“Ada yang menyarankan memulai bisnis dari yang kecil, ada yang lebih cenderung dengan bisnis yang langsung besar. Cuma kalau mentalnya tidak siap, hilang duit jumlah besar bisa stres. Bahkan bisa berimplikasi ke permasalahan kehidupan,” ungkapnya.

Karenanya, bang Inu lebih menyarankan memulai dari bisnis yang kecil, kalau bisa tanpa modal. Atau dengan mencari investor, bisa juga meminta ke orangtua untuk jadi investor.

“Tapi kuncinya take action dan jangan takut gagal. Gagal itu juga sekolah bisnis kita, tapi kalau bisa cukup belajar dari kesalahan orang lain,” pungkasnya.

 

Mau seperti mereka? bisa berkunjung ke tokoh-tokoh nasional yang ada di Indonesia?

daftar saja langsung klikĀ bit.ly/PedanftaranTahfizhLeadership

By |2019-03-28T08:01:13+07:00March 28th, 2019|Tahfizh News|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment