Implementasi Makna Iman

//Implementasi Makna Iman

Implementasi Makna Iman

Tahfizhleadership.com  Karawang – Imam Malik, Asy Syafi’i, Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, dan segenap ulama ahli hadits serta ahlul Madinah (ulama Madinah) dan sebagian ulama mutakallimin berpendapat bahwa definisi iman itu adalah :

(اَلتَّصْدِيْقُ بِالْقَلْبِ وَالْقَوْلُ بِالِّلسَانِ وَالْعَمَلُ بِالْأَرْكَانِ  اَلْإِيْمَانُ هُوَ)

Yang artinya: “Iman adalah pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lisan, dan amal dengan anggota badan.”

Iman ialah keyakinan penuh  (al-Yaqinu kulluh) yang terhunjam di dalam hati, dengan tidak ada perasaan ragu, serta mempengaruhi arah dan orientasi kehidupan, sikap dan aktifitas keseharian. Iman adalah perpaduan antara amalan hati, amalan lisan dan amalan anggota tubuh. Iman tidak sekedar amal perbuatan, dan tidak pula sebatas pengetahuan tentang arkanul iman. Iman adalah membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta menegakkan syariat-Nya di muka bumi ini.

Tiga aktivitas ini yang sejatinya diejawantahkan dalam kegiatan sehari-hari Tahfizh leadership Karawang. Diawali dengan اَلتَّصْدِيْقُ بِالْقَلْبِ  atau yang memiliki arti pembenaran dengan hati, kami para santri memaknai kata-kata indah tersebut dengan penguatan hati, penguatan tekad dan penguatan niat, yang kami implementasikan melalui menulis, menggambar serta mempresentasikan bintang terang yang terdiri dari Vision, Passion, Collaboration dan Action yang telah santri tahfizh leadership lakukan.

 

Imam Malik, Asy Syafi’i, Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, dan segenap ulama ahli hadits serta ahlul Madinah (ulama Madinah) dan sebagian ulama mutakallimin berpendapat bahwa definisi iman itu adalah :

(اَلتَّصْدِيْقُ بِالْقَلْبِ وَالْقَوْلُ بِالِّلسَانِ وَالْعَمَلُ بِالْأَرْكَانِ  اَلْإِيْمَانُ هُوَ)

Yang artinya: “Iman adalah pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lisan, dan amal dengan anggota badan.”

Iman ialah keyakinan penuh  (al-Yaqinu kulluh) yang terhunjam di dalam hati, dengan tidak ada perasaan ragu, serta mempengaruhi arah dan orientasi kehidupan, sikap dan aktifitas keseharian. Iman adalah perpaduan antara amalan hati, amalan lisan dan amalan anggota tubuh. Iman tidak sekedar amal perbuatan, dan tidak pula sebatas pengetahuan tentang arkanul iman. Iman adalah membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta menegakkan syariat-Nya di muka bumi ini.

Tiga aktivitas ini yang sejatinya diejawantahkan dalam kegiatan sehari-hari Tahfizh leadership Karawang. Diawali dengan اَلتَّصْدِيْقُ بِالْقَلْبِ  atau yang memiliki arti pembenaran dengan hati, kami para santri memaknai kata-kata indah tersebut dengan penguatan hati, penguatan tekad dan penguatan niat, yang kami implementasikan melalui menulis, menggambar serta mempresentasikan bintang terang yang terdiri dari Vision, Passion, Collaboration dan Action yang telah santri tahfizh leadership lakukan.

 

(Foto Bersama Bapak Agus Susilo dan Bapak Ato Aryanto di depan Bintang Terang santri Tahfizh Leadership Karawang)

 

Yang kedua adalah وَالْقَوْلُ بِالِّلسَانِ yang memiliki arti pengakuan dengan lisan, kami para santri yang memiliki kesempatan bisa berada di tengah-tengah lingkungan pesantren Mandalla Khair dan lingkungan kampung yang secara sosial masih memegang erat nilai-nilai kerjasama, gotong royong dan tentunya berjama’ah, seringkali diberikan kesempatan untuk berbicara atau tampil di depan umum, bahkan memberikan ceramah di peringatan maulid nabi Muhammad SAW, atau pengajian bulanan di kampung Cikangkung Barat, Rengasdengklok, Karawang. Tidak hanya itu kami juga melatih diri kami untuk belajar menjadi seorang motivator professional setiap hari secara bergantian dan bisa disaksikan langsung di Instagram tahfizh leadership setiap siang. Kami memaknai kalimat “pengakuan dengan lisan” lebih dari sekedar berlatih berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri, tapi sejatinya tengah mempersiapkan diri kami sebagai seorang hafizh yang memiliki tanggung jawab berdakwah.

Yang terakhir وَالْعَمَلُ بِالْأَرْكَانِ   yang artinya amal dengan anggota badan, tentunya kami santri Tahfizh Leadership Karawang di bawah mitra Gerakan Infaq Beras dan Pesantren Mandalla Khair, tidak berdiam diri di pondok, tidak sebatas menghafal, dan tidak sebatas belajar ngomong di kelas. Salah satu bentuk konkret pengamalan kecil kami sebagai santri disini yaitu dengan ikut kerja bakti bersama warga, dan yang terbaru atas inisiasi santri, santri Tahfizh Leadership mengadakan Musabaqah Anak Islam dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad SAW yang bekerja sama dengan warga, dari 3 RT yang berbeda, dan 4 pengajian yang tersebar di Kampung Cikangkung, Rengasdengklok. Serta tentunya mendapatkan full support dari Gerakan Infaq Beras dan Pesantren Mandalla Khair. (jml)

 

By |2020-11-21T14:55:32+07:00November 20th, 2020|Tahfizh News|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment