Grand Launching Tahfizh Property

//Grand Launching Tahfizh Property

Grand Launching Tahfizh Property

Tahfizhleadership.com, Apa profesi yang tepat bagi penghafal Al Quran? Sebagian besar orang yang kami tanya menjawab imam masjid, pembaca doa, pembimbing umroh, pengajar dan sejenisnya. Tidak ada satu pun yang menjawab PENGUSAHA atau profesi lain yang berpeluang menghasilkan dana besar sehingga para alumni bisa membuat perubahan besar di dunia. Menjadi “tangan di atas” sebagaimana Abdurrahman bin Auf dan para konglomerat muslim terdahulu.

Jamil Azzaini, sebagai salah satu penggagas Tahfizh Leadership gelisah mendengar jawaban ini. Ternyata, Program Tahfizh Leadership yang sudah berjalan 6 tahun dimana setiap angkatan berlangsung selama 40 pekan berpeluang tidak menghasilkan perubahan besar di negeri ini. Hafalan Al-Quran dan ilmu leadership yang sudah ditanamkan ke santri dampaknya terbatas dan tidak menimbulkan perubahan besar.

Lelaki yang juga CEO Kubik Leadership ini terus berdoa dan berusaha mencari jawaban “hal apa lagi yang perlu dimiliki para santri agar mereka bisa menjadi pelaku utama dalam membangun peradaban SuksesMulia di negeri ini?”

Pencarian itu akhirnya berujung pada jawaban “para santri perlu memiliki keahlian properti. Keyakinan ini semakin kuat setelah bertemu dengan tim Pesantren Properti di Sentolo, Jogjakarta. Mengapa bisnis properti?

Pertama, para pebisnis properti bisa membangun peradaban dalam skala komplek perumahan. Mereka bisa membuat “aturan” agar para penghuninya tunduk patuh kepada aturan yang dibuat di komplek perumahan yang mereka bangun. Meski jabatan para penghuni tinggi saat kembali ke rumah para penghuni tunduk kepada aturan yang dibuat perumahan.

Kedua, berpeluang besar menjadi konglomerat yang dermawan. Saat kelak para santri diundang menjadi imam, membaca doa, menjadi penceramah, para santri bisa sekaligus menjadi dermawan atau penyumbang bagi institusi yang mengundangnya bukan berharap bayaran dari sang pengundang.

Ketiga, penguasaan aset strategis. Para santri menguasai aset strategis berupa tanah yang harganya tidak pernah turun. Mereka yang menguasai aset berpeluang lebih besar bisa membangun peradaban.

Keempat, memperbanyak pelaku bisnis. Dalam membangun kerjasama di bisnis properti, para santri diminta untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk terlibat. Dan orang yang terlibat pun diajak untuk juga bisnis bersama dan membangun peradaban bersama, berkontribusi membangun negeri. Keuntungan bisnis di dapat, kebahagian akherat menanti.

Terhitung sejak angkatan ke 5 Tahfizh Leadership, para alumni yang tidak melanjutkan studi formal S-1 atau S-2 diwajibkan ikut terlibat aktif di Tahfizh Properti. Untuk kedepannya, Tahfizh Properti tidak hanya mendidik alumni Tahfizh Leadership tetapi juga membuka peluang kepada para penghafal Al Quran yang tersebar di seluruh negeri.

Alhamdulillah, saat ini Tahfizh Properti sudah dipercaya membangun 100 lebih rumah di Purwakarta dan 10 hektar perumahan di Kalimantan Timur.

Tahfizh Properti adalah persembahan santri membangun negeri. Kami yakin, kami bisa membangun peradaban SuksesMulia melalui pengembangan properti yang dilakukan bersama antara santri dan umat.

Jakarta, 13 Oktober 2019

Ahmad Sholahuddin A.
CEO Tahfizh Properti

By |2019-10-17T10:59:41+07:00October 17th, 2019|Tahfizh News|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment